Flash Memory Cepat Untuk Perangkat Mobile

Flash Memory Cepat Untuk Perangkat Mobile

Problem flash memory pada smartphone dan tablet yang lambat dibandingkan SSD akan dituntaskan oleh standar UFS 2.0. Simak, apa saja yang diusungnya. Media berbasis flash memory, seperti SSD pada PC dan notebook relatif cepat dalam mentransfer data (baca dan tulis). Kecepatannya berkisar 500 MBdetik (ibarat transfer sekeping CD-ROM dalam waktu 1.3 detik). Hal ini berkontradiksi dengan media flash memory pada smartphone, tablet, e-book rea der, dan perangkat (device) mobile lainnya yang jauh dari kecepatan 500 MBdetik (baca dan tulis). Transfer rate yang hanya di bawah 100 MBdetik disebabkan karena absennya interface SATA seperti pada SSD dan hanya memakai memory interface yang relatif lambat, yaitu embedded MultiMediaCard (eMMC).

Interface eMMC adalah bagian dari SoC (System on a Chip) yang ada di hampir semua smartphone dan tablet. Memori (memory) smartphone merupakan penerus dari media yang ada di kamera digital. Perbedaannya, memori eMMC ditandem dengan controller dalam satu die. Versi eMMC di-update setiap tahunnya. Misalnya tablet Google Nexus 7 dengan versi eMMC 441 yang mengusung kecepatan transfer 104 MBdetik. Sebelumnya, hadir pula standar UFS (Universal Flash Storage) sebagai alternatif eMMC yang diusung oleh JEDEC (Joint Electron Device Engineering Council) pada 2011 lalu. Versi awalnya (UFS 1.1) belum diaplikasikan secara luas karena tidak lebih baik daripada eMMC. Namun, sejak UFS 2.0 distandarisasikan (September 2013) dengan perubahan signifikan, seperti transfer rate hingga 1.400 MBdetik, standar interface memori ini bakal diadopsi secara luas dalam waktu dekat ini. Klaim kecepatannya yang bisa mentransfer dua keping CD-ROM dalam sedetik membuat media SSD terkesan lambat.

UFS Transfer cepat tanpa harus boros Penyebab utama lambatnya transfer rate eMMC pada mobile device adalah faktor konsumsi daya yang lebih diprioritaskan daripada kecepatan. Untungnya, konsumsi daya UFS 2.0 relatif sama de ngan eMMC (aktif ±1 mW dan standby ±0.5 mW). Konsumsi daya UFS 2.0 saat aktif sebenarnya lebih besar. Namun, proses transfer yang berlangsung lebih cepat (lebih cepat juga beralih ke mode standby) secara otomatis berdampak pada perimbangan konsumsi daya. Alasan lainnya adalah pertimbangan ongkos produksi eMMC yang lebih rendah daripada UFS. Pada implementasi awal, USF 2.0 baru digunakan oleh mobil device kelas atas. Transfer data UFS 2 yang lebih cepat 3x di bandingkan standar eMMC 5.0 (pada Galaxy Note 3) bisa dicapai berkat beberapa faktor.

Salah satunya adalah mode transmisi data (antara UFS host dan flash memory) yang full-duplex (eMMC masih half-duplex), dimana proses baca dan tulis bisa berlangsung simultan. Selain itu, tersedia juga kontrol kanal ekstra agar transfer data berlangsung secara aman dan stabil. Adanya penundaan karena proses penulisan yang lambat juga bisa dihindari. Seluruh jalur komunikasi dilakukan via UFS driver ke UFS host controller pada chip CPU. Dalam hal ini, UFS 2.0 menerapkan multi-instruksi secara paralel ke memory chip (command queuing). Penyimpanan internal yang lebih cerdas Saat command queuing aktif, video player akan mendapat prioritas lebih tinggi dalam proses transfer daripada browser yang sedang men-download data di latar belakang.

Seperti halnya USB 3.0, metode serial ini dicontek dari protokol SCSI. Pada UFS, blok memori diatur secara paralel dalam logical unit (Logical Unit Number) yang terpisah untuk kemudian dialamatkan. Pada eMMC, seluruh sistem harus menunggu hingga prosesnya selesai. Sebaliknya, UFL menangani beberapa proses secara paralel sehingga mendukung proses multithreading yang optimal. Selain unggul dalam hal kecepatan, UFS 2.0 juga mendukung kapasitas memori yang lebih besar daripada eMMC. Sistem peng alamatan 32 bit pada eMMC sanggup mendukung flash memory hingga kapasitas 2 TB. Adapun UFS yang relatif fleksibel dalam sistem pengalamatan diklaim bisa mendukung kapasitas lebih dari 2 TB.

Besarnya kapasitas maksimumnya tergantung pada implementasi UFS itu sendiri. UFS juga bisa menampung hingga delapan partisi (termasuk dengan fungsi bootable) dan sistem perlindungan data yang bersifat sensistif, seperti encryption key. Salah satu SoC pertama yang menyertakan dukungan terhadap standar UFS 2.0 adalah chip Qualcomm Snapdragon 805 yang dijumpai pada smartphone Pantech Vega Iron 2. Diperkirakan, mobile device lainnya akan segera menyusul.

Smartphone harga terjangkau dan spesifikasi mumpuni untuk mainkan Game Petualangan Offline

Back to Top