Anak Yang Sekolah, Orangtua Yang Sibuk

Anak Yang Sekolah, Orangtua Yang Sibuk

generasimaju.com – Ayo… siapa yang begitu? Silakan simak tip untuk membangun kemandirian anak dalam belajar di bawah ini! Memang banyak tantangan untuk membangun kesadaran anak-anak SD agar belajar mandiri (tanpa disuruh sudah belajar sendiri). Menurut Yeti Widiarti, S. Psi dari Lembaga Konsultasi Paradigma, kemandirian dalam belajar amat terkait dengan pandangan anak tentang belajar itu sendiri.

Jadi ini bukan masalah, apakah orangtuanya bekerja sehingga kurang menemani belajar, atau orangtuanya full di rumah sehingga bisa menemaninya belajar. “Bila sejak kecil si anak sudah punya pandangan bahwa belajar merupakan hal yang menyenangkan, tanpa disuruh pun anak akan rela dan happy saat belajar,” tegas Yeti. Jadi, intinya adalah bagaimana orangtua dapat menjadikan belajar sebagai hal yang menyenangkan bagi anak.

Menurut Yeti, hal utama yang perlu dilakukan adalah membuka mata anak bahwa reward paling bernilai dari belajar sebetulnya bukan berupa nilai atau hadiah, tetapi menjadi tahu dan bisa. Karena dari berbagai pengetahuan dan kebisaan yang ia peroleh itu, anak akan menjadi pribadi dengan beragam keuntungan.

Seperti jadi terbuka kesempatan baginya untuk keliling dunia, kesempatan untuk merebut beasiswa, punya banyak teman, menjadi percaya diri, dan berbagai contoh lain yang bisa membuat anak menyadari bahwa belajar ternyata sunguh-sungguh berguna untuk dirinya.

Dengan mengetahui berbagai manfaat ini, diharapkan anak akan tertantang mengembangkan sendiri pengetahuannya lewat belajar. Belajar mandiri juga berarti anak mau dan mampu bertanggung jawab mengatur jadwal belajar, menyiapkan alat belajar dan buku-buku, serta belajar dengan cara yang sesuai dengan kemampuan belajarnya.

Anak yang sudah mampu belajar mandiri akan membuat perencanaan belajar serta bisa memotivasi dirinya untuk tetap bersemangat. Ketika ada materi belajar yang sulit, ia tahu ke mana harus mencari jawabannya, seperti ke guru, ke internet, diskusi bersama teman dan sebagainya.

Langkah-Langkah Menanamkan Cinta Belajar

Yeti mengingatkan sekolah dasar merupakan jenjang pertama pendidikan formal. Di jenjang pertama inilah dasardasar kecintaan pada ilmu pengetahuan harus ditanamkan dengan belajar. Bagaimana caranya?

1. Anak membutuhkan bimbingan ketika akan belajar. Untuk itu lakukan re-check dengan bertanya, “Kakak, ada PR apa hari ini?”, misalnya.

2. Selagi anak belajar, kita dapat bertanya mengenai kesulitan yang ia hadapi dan bagaimana cara/keinginan ia untuk menyelesaikannya. Pertanyaan-pertanyaan di atas bukan dimaksudkan untuk interogasi, tapi untuk menekankan bahwa aktivitas belajar menjadi concern seluruh keluarga.

Back to Top